BUDAYA | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Tampilkan postingan dengan label Kerajinan Tangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajinan Tangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

SULAMAN DARI HUNAN TIONGKOK

Kerajinan Sulaman Hunan adalah salah satu dari empat kerajinan sulaman yang paling terkenal di Tiongkok. Kerajinan Sulaman Hunan atau lazimnya disebut seni tangan sulaman "Xiangxiu" sudah bersejarah 2.000 tahun lamanya. Sulaman Xiangxiu ini mengutamakan tema binatang, misalnya singa, harimau, kelinci dan sebagainya. Benang yang dipakainya adalah hasil sutra. Tahun 2006, Sulaman Xiangxiu tercantum dalam warisan budaya non material tingkat nasional kelompok pertama Tiongkok.

Walaupun produk sulaman Xiangxiu sudah sangat terkenal pada zaman sekarang, namun master yang benar-benar memahiri seni tangan sulaman ini masih tidak berjumlah banyak. Nyonya Jiang Zaihong adalah salah seorang di antaranya. Sama dengan banyak warisan non material lainnya, seni tangan sulaman Xiangxiu juga diwariskan turun-temurun dalam lingkungan keluarga. Jiang Zaihong adalah pewaris generasi ke-7 sulaman Xiangxiu. Ia mengatakan, menyulam sulaman Xiangxiu ini memakan waktu yang cukup panjang, dan mudah sekali menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan. Jiang Zaihong yang berusia 41 tahun juga menderita penyakit-penyakit yang diakibatkan penyulaman selama bertahun-tahun lamanya. "Perajin yang sebaya saya, secara merata sakit leher, bahu dan pinggang, karena tiap hari duduk menyulam tanpa beristirahat."

Biarpun demikian, Jiang Zaihong tak pernah mundur. Tahun 2008, selama berlangsungnya Olimpiade Beijing, sulaman karya Jiang Zaihong dipamerkan di Bilik Hunan Taman Olimpiade di Beijing. "Saya menyulam seekor harimau untuk diperagakan di Bilik Hunan. Pameran itu dilaporkan banyak koran Beijing. Seorang pembaca bahkan khusus memperlihatkan koran terkait kepada saya. Sebelumnya kami tidak berkenalan. Dia tahu adanya pameran sulaman Xiangxiu dari surat kabar, dan kemudian khusus datang ke Bilik Hunan untuk menyaksikannya."

Dalam kehidupan sehari-hari, pakaian, selendang, kipas dan lain sebagainya, asal disulam, segera akan menjadi barang kesenian yang indah. Walaupun produk sulaman Xiangxiu digemari banyak orang, namun hanya sedikit orang yang mau belajar teknik kerajinan penyulaman. Jiang Zaihong secara terus terang mengatakan, pewarisan seni tangan sulaman Xiangxiu kini menghadapi tantangan berat, karena semakin sedikit pemuda yang rela mempelajari teknik tersebut. Ia mengatakan: "Menyulam tidak menghasilkan banyak uang, lebih-lebih dalam satu atau dua tahun pertama. Oleh karena itu, pemuda akan merasa bosan tak lama setelah berkecimpung dalam seni tangan sulaman."

Dewasa ini, Jiang Zaihong sering kali diundang universitas setempat untuk memberikan ceramah tentang seni sulaman. Dengan upaya ini, Jiang Zaihong berharap seni sulaman dapat diwariskan dalam lingkup yang lebih luas.

Kini tidak hanya masyarakat berupaya mendorong penyebarluasan seni tangan sulaman Xiangxiu, pemerintah setempat pun berusaha melindungi warisan non material tersebut. Wakil Direktur Jawatan Kebudayaan Provinsi Hunan, Meng Qingshan mengatakan kepada wartawan, untuk menjamin pewarisan, perlindungan dan perkembangan seni sulaman Xiangxiu, pemerintah berbagai tingkat setempat jauh pada tahun 2002 sudah mulai melakukan survei terhadap sulaman Xiangxiu, dan mengambil serangkaian tindakan untuk melindunginya. "Kami kerap kali mengundang perajin kawakan untuk memberikan kursus tentang seni sulaman, agar teknik kerajinan sulaman Xiangxiu dapat diwariskan."

Selain itu, Akademi Seni Rupa dan Kerajinan Tangan Hunan telah mewisuda 100 lebih tamatan jurusan perancangan sulaman Xiangxiu.

Meng Qingshan menyatakan, pada masa mendatang, pemerintah setempat akan meningkatkan dukungan terhadap perlindungan warisan budaya non material, termasuk seni tangan sulaman.

Tanggal 1 Oktober lalu adalah genap 60 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Untuk memperingati Hari Nasional Ke-60, Jiang Zaihong bersama sahabat-sahabatnya menyulam sebuah bendera merah berbintang lima ukuran besar. Ia mengatakan: "Totalnya 60 orang ambil bagian dalam penyulaman tersebut. Kami menyulam bendera merah berbintang lima sebagai ucapan selamat atas hari ulang tahun tahan air, dengan harapan agar Tiongkok menjadi lebih makmur."

Jiang Zaihong mengatakan, bendera merah berbintang lima yang disulam 60 orang itu akan disumbangkan kepada Museum Revolusi dan Sejarah Tiongkok untuk dikoleksi. (*)

http://yinnihuaren.blogspot.com
Email dari: Antony Ong - Tangerang
Selanjutnya ->

Selasa, 03 Mei 2011

SENI LIPAT KERTAS

Seni lipatan kertas Cina, pada awal mulanya, berasal dari kebiasaan penguburan. Ia merupakan seni kalangan rakyat yang menggabungkan seni guntingan kertas, pematungan tanah liat dan seni lukis.

Hasil karya ini sangat halus pada pandangan, dan ada bermacam-macam bentuk, seperti patung berupa dewa dan manusia, bangunan, kendaraan, alat-alat makan minum dan sebagainya.

Seni lipatan kertas Cina, pada awal mulanya, berasal dari kebiasaan penguburan. Ia merupakan seni kalangan rakyat yang menggabungkan seni guntingan kertas, pematungan tanah liat dan seni lukis.

Seni lipatan kertas Cina, pada awal mulanya, berasal dari kebiasaan penguburan. Ia merupakan seni kalangan rakyat yang menggabungkan seni guntingan kertas, pematungan tanah liat dan seni lukis.

Hasil karya ini sangat halus pada pandangan, dan ada bermacam-macam bentuk, seperti patung berupa dewa dan manusia, bangunan, kendaraan, alat-alat makan minum dan sebagainya.

http://yinnihuaren.blogspot.com
Diterjemahkan oleh: Chen Mei Ing, Jakarta
Selanjutnya ->

Sabtu, 23 April 2011

UKIRAN TIMBUL OU

Ukiran timbul Ou ialah sejenis ukiran timbul yang berwarna.

Ia merupakan kraf tangan yang khusus dari kawasan Wenzhou, provinsi Zhejiang.

Seni ini menggunakan tanah yang halus yang dicampur dengan minyak Tung sebagai bahan asasnya.

Kebanyakan ukiran timbul Ou ini digunakan sebagai hiasan pada bangunan dan perabot.

Seni ini dikatakan berasal dari zaman Dinasti Han, iaitu antara tahun 202 sebelum Masehi hingga 220 Masehi

Diterjemahkan oleh: Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

Sabtu, 09 April 2011

UKIRAN BATU GIOK

Cina dipandang sebagai sebuah negara produsen batu batu giok utama di dunia. Seni ukiran batu batu giok memiliki sejarah sekitar 8.000 tahun di negara ini.

Batu Giok untuk orang Cina melambangkan kebaikan, kemuliaan dan keindahan. Ia adalah perhiasan yang paling digemari bukan karena nilai harganya yang tinggi tetapi dipercaya dapat melanjutkan usia dan membawa kesejahteraan hidup kepada pemakainya.

Cina yang terkenal dengan ukiran batu batu giok menggoda peminat barang itu terutama mereka yang mempercayai khasiat batu itu.

Diterjemahkan oleh: Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

Sabtu, 19 Maret 2011

PATUNG TANAH LIAT HUISHAN

Patung tanah liat Huishan terbuat dari tanah liat hitam yang ada sekitar semeter di bawah permukaan tanah Gunung Huishan di Wuxi.

Tanah liat jenis ini sangat halus dan bersesuai untuk dibentuk menjadi patung.

Patung tanah liat Huishan yang paling terkenal adalah "Da Afu", yaitu patung seorang anak yang menurut legenda rakyat dikatakan pandai mengusir binatang buas dan juga jin.

Diterjemahkan oleh: Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

Minggu, 13 Maret 2011

ANAK PATUNG HARIMAU DARI KAIN

Anak patung harimau yang dibuat dengan kainamat populer di kalangan orang Cina pada zaman purbakala, dan merupakan permainan yang ditampilkan oleh wanita untuk anak-anak dalam keluarga mereka.

Menurut pandangan orang Cina, harimau adalah sejenis binatang yang bertuah yang dapat melindungi orang dari berbagai kecelakaan.

Anak patung harimau ini tidak memiliki gambar yang tertentu, malah ia tergantung pada bahan yang dimiliki dan bayangan tukangnya.

Biasanya, badan, ekor dan kaki harimau disederhanakan menjadi agak kecil, sedangkan, kepalanya dibesarkan dan digambarkan dengan lebih rinci.


Diterjemahkan oleh: Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

Rabu, 09 Maret 2011

TEMBIKAR DAN CHINA

Dalam bahasa Inggris, "China" bukan hanya mengacu kepada negeri China, tetapi juga membawa arti tembikar. China sejak zaman dahulu telah digelar sebagai "negara tembikar". Jadi apakah kaitannya antara negeri ini dengan tembikar?

Hasil penelitian arkeologi menunjukkan bahwa tembikar dihasilkan dari porselin biru asli. Ia merupakan hasil pada zaman transisi dari pottery ke porselin. Porselin biru yang paling awal di Tiongkok ditemukan di situs peninggalan budaya Longshan, provinsi Shanxi. Ia memiliki sejarah sekitar 4200 tahun.

Tembikar yang sebenarnya dibuat pada zaman Dinasti Han Timur (tahun 23 hingga 220 Masehi). Tembikar muncul sebelumnya di Zhejiang, selatan Tiongkok. Kemudian, teknik membuat tembikar telah diperkenalkan ke area utara dan banyak diperbaharui. Penciptaan porselin putih dianggap memiliki makna yang besar dalam sejarah perkembangan tembikar.

Porselin putih ditampilkan berdasarkan porselin biru. Perbedaan antara kedua jenis porselin ini adalah konten elemen besinya.

Tanah liat yang memiliki elemen besi yang rendah dapat menghasilkan porselin putih, sebaliknya, tanah yang memiliki elemen besi yang tinggi akan menghasilkan porselin biru, malah kelabu. Dalam perkembangan tembikar, ia berkembang menjadi yang berwarna-warni dari satu warna saja, sementara lukisan dan gambaran pada tembikar kebanyakan berlatar belakangkan warna putih. Dengan demikian, penghasilan porselin putih memiliki arti yang penting dalam perkembangan tembikar.

Pada zaman Dinasti Tang dan Dinasti Han, yaitu abad ke-10 hingga abad ke-13, teknik membuat tembikar di Tiongkok terus berkembang dan banyak diperbaharui. "Tang San Cai" yang dihasilkan pada zaman ini merupakan salah satu jenis tembikar yang paling terkenal di Tiongkok, bahkan di seluruh dunia.

Tembikar ini mendapat nama "Tang San Cai" karena tiga warna yang paling banyak digunakan, yaitu merah, hijau dan putih. Ia menggabungkan seni lukis dan seni pahat, dan menghasilkan banyak warna yang lain dalam proses pembakarannya.

Pada zaman Dinasti Ming dan Dinasti Qing, yaitu abad ke-13 hingga abad ke-19, teknik membuat tembikar di Tiongkok telah mencapai zaman kecemerlangannya. Jumlah dan mutu hasil tembikar pada zaman ini mencapai puncaknya. Kota Jingdezhen di provinsi Jiangxi, selatan Tiongkok dijuluki sebagai "Kota Tembikar". Kota ini memiliki posisi yang sangat tinggi dalam industri produksi tembikar pada waktu itu. Saat ini, Jingdezhen masih tetap mengeluarkan barang tembikar bermutu tinggi yang berharga.

Tembikar buatan China mulai diekspor ke luar negeri pada abad ke-8 Masehi. Sebelum itu, "Jalan Sutera" telah menjadi jalur kebudayaan dan perdagangan antara Tiongkok dengan negara lain, dan Tiongkok dijuluki "Negara Sutera". Namun, sejak abad ke-8, China juga disebut "Negara Tembikar" karena banyaknya tembikar buatan China yang diekspor ke mancanegara.

Pada mulanya, kebanyakan tembikar buatan China diekspor ke negara-negara Asia. Namun, mulai pada abad ke-17, keluarga kerajaan dan bangsawan di negara-negara Eropa Barat mulai mengumpulkan tembikar Tiongkok. Pada waktu itu, gaya seni Rococo yang sangat populer di Eropa sesuai dengan fitur tembikar China yang halus, anggun dan elegan. Menurut statistik kasar, Tiongkok mengekspor sekitar 170 ribu biji tembikar setahun pada abad ke-17. Pada abad ke-18, jumlah ini meningkat ke sejuta. Tembikar buatan China sangat populer dan laku di seluruh dunia, sampai kemudian "China" menjadi pengganti nama baginya.

Pendek kata, keunggulan tembikar buatan China telah mengaitkan tembikar dengan negeri ini.

Diterjemahkan oleh: Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

Sabtu, 05 Maret 2011

UKIRAN KAYU JIANCHUAN

Ukiran kayu ini dinamakan demikian karena dikeluarkan dari Kabupaten Jianchuan, Dali di Yunnan. orang etnis Bai di sini telah menyerap budaya dan teknik mengukir kayu dari berbagai etnis lain dan lama kelamaan membentuk teknik mengukir kayu mereka sendiri yang istimewa.

Ukiran kayu Jianchuan ini dulu kebanyakan digunakan sebagai hiasan pada bangunan saja, namun, sekarang ia sudah menjadi hasil kerajinan tangan yang tinggi nilainya dari aspek seni.

Lebih-lebih lagi berbagai jenis furnitur yang diukir dengan berbagai corak yang cantik, seperti naga, cenderwasih, merak, dan berbagai lukisan tradisi yang juga ditatah dengan marmer lokal yang cantik, yang kini sudah menjadi sangat populer, bukan saja di seluruh negara, bahkan di seberang laut.

Disalin oleh: Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

Minggu, 27 Februari 2011

TANGLUNG DENGAN GAMBAR YANG BERPUTAR

Tanglung dengan gambar yang berputar-putar merupakan sejenis tanglung yang sering kelihatan pada hari raya tradisional China seperti Tahun Baru, Capgome, dan Pesta Kue Bulan.

Di tengah tanglung ini dinyala sebatang lilin, udara yang dipanaskan itu mengalir ke atas, dan mendorong paksi dalam tanglung berputar.

Di paksi itu tergantung kertas yang digunting serupa tentara pada purbakala yang sedang menunggang kuda.

Bayangannya pada muka tanglung kelihatan seperti beberapa tentara yang menunggang kuda sedang saling mengejar. (*v*)

Mobile Upload by - Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

Jumat, 25 Februari 2011

HIASAN DINDING XINJI

Kota Xinji terletak di Propinsi Hebei Utara, sekitar 300 km dari Beijing terkenal karena hasil kerajinannya, seperti lukisan, sulaman, mainan dan sepatu.

Salah satu yang populer adalah hiasan dinding. Hiasan dinding khas Xinji adalah teknik penggabungan antara lukisan sulaman dengan gambar kain yang ditempel. Material hiasan dinding terdiri atas: katun, wol, kain dan benang. Hasil karyanya yang penuh imajinasi dan kreativitas, menggambarkan pemahaman perajin akan hidup, dan kecintaan mereka terhadap alam.

Temanya antara lain tentang alam, kehidupan, opera tradisional, festival rakyat, dongeng rakyat dan maskot.

Karya yang bertema "Gembala", misalnya, mencerminkan kehidupan desa dan masyarakat setempat yang cinta alam. Dengan latar belakang dari gambar rumput hijau dan bunga, dengan seorang gembala dan puluhan domba berdiri harmonis di latar depan.

Sebagai salah satu dari enam binatang yang diyakini sebagai pembawa keberuntungan, domba-domba tersebut secara cantik diwakilkan sebagai hiasan dinding.

Hiasan dinding berjudul "Jembatan Zhaozhou" menceritakan dongeng rakyat mengenai desa Zhao, di Provinsi Hebei. Jembatan Zhaozhou yang berusia lebih dari 1400 tahun, yang bentuknya seperti pelangi, memiliki posisi yang penting dalam sejarah dunia.

Banyak cerita rakyat di Tiongkok beredar tentang jembatan ini. Dikisahkan bahwa tukang kayu ternama Lu Ban membangun jembatan Zhaozhou dengan kemampuannya yang luar biasa. Pencapaian itu bahkan mengundang dewa-dewa dari khayangan untuk menguji kekuatan dan daya tahan jembatan itu.

Jembatan itu memang sangat kuat, masih bertahan setelah melewati berbagai macam pengujian.  Kisah inilah yang dituangkan dalam hiasan dinding tersebut. (*v*)

Mobile Upload by - Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

Kamis, 17 Februari 2011

PATUNG TANAH LIAT HUISHAN

Patung tanah liat Huishan diperbuat daripada tanah liat hitam yang terdapat kira-kira semeter di bawah permukaan tanah Gunung Huishan di Wuxi.

Tanah liat jenis ini sangat halus dan mudah untuk dibentukkan menjadi patung.

Patung tanah liat Huishan yang paling terkenal ialah "Da Afu", yaitu patung seorang kanak-kanak yang mengikut legenda rakyat dikatakan pandai mengusir binatang buas dan juga jin.

Disalin oleh: Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

UKIRAN BATU QINGTIAN

Ukiran batu Qingtian mempunyai sejarah yang lama. Menurut hasil penyelidikan arkeologi, ia berasal dari zaman dinasti Shang (1600-1046 Sebelum Masehi).
Sejak abad ke-19, ukiran ini banyak kali memenangi hadiah dalam berbagai pameran antarbangsa.

Setelah berdirinya Republik Rakyat China, ukiran batu Qingtian in kerap kali dipilih sebagai cenderamata untuk pemimpin-pemimpin negara lain.

Pada tahun 1996, Qingtian, Zhejiang telah diberi gelaran sebagai "kampung ukiran batu China" oleh Dewan Negara China.

Disalin oleh: Chen Mei Ing
Selanjutnya ->

Senin, 14 Februari 2011

LAYANG-LAYANG

Layang muncul pada zaman Musim Semi dan Gugur. Konon, mozi pernah menyelidiki dan membuat burung kayu selama tiga tahun.

Burung yang dibuat dengan menggunakan kayu ini hanya berterbang sehari saja dan jatuh. Burung kayu yang dibuat oleh mozi ini sudah bersejarah lebih 2400 tahun dan merupakan layang-layang pertama di dunia.

Seiring dengan perkembangan industri pembuatan kertas di Cina, rakyat mulai menggunakan kertas dan bambu untuk membuat layang-layang, melayangkan layang-layang menjadi aktivitas yang sangat digemari di kalangan rakyat.

Pada abad ke-13, Marco Polo dari Italia kembali ke Eropa dari Cina dan membawa layang-layang ke Barat, aktivitas ini mulai diperkenalkan ke Barat dan menjadi populer di seluruh dunia.

Disalin oleh: Mei-Ing
Selanjutnya ->

Rabu, 09 Februari 2011

WA MAO, HIASAN ATAP RUMAH

Hiasan di atap rumah merupakan komponen penting bangunan rumah rakyat Tiongkok. Setelah zaman Dinasti Han yaitu pada tahun 206 sebelum Masehi hingga tahun 220 Masehi, ukiran batu bata berbentuk ikan ditempatkan di atap atap rumah oleh rakyat Tiongkok.

Menurut pandangan rakyat pada zaman itu, ikan dapat meluahkan air, maka dapat mencegah kebakaran.

Karena itu, ukiran batu bata berbentuk naga dan hewan lain juga dipasang di atap atap rumah untuk doa selamat dan tolak bala seperti menghindarkan bencana dan kecelakaan.

Selain ukiran batu bata, ukiran hewan yang terbuat dari tembikar dan genting glaze juga dipasang di atap rumah.

Ukiran batu bata berbentuk kucing merupakan hiasan ukiran hewan yang ditempatkan di atap rumah penduduk di Provinsi Yunnan di barat daya Cina. [Mei-Ing]
Selanjutnya ->

LUKISAN ABU

Lukisan abu merupakan sejenis lukisan tahun baru Cina yang populer di Kabupaten Gaomi Provinsi Shandong. Ia mulai ada pada akhir Dinasti Ming (1368-1644).

Tukang lokal membakar batang pakok Willow dan melukis konsep dengan abunya. Setelah itu, mereka melapiskan kertas ke atas konsep abu tersebut konsep itu disalin. Biasanya, sebuah konsep abu dapat disalin untuk 5 kali.

Selanjutnya, tukang yang mahir akan memberikan warna ke konsep itu dan akhirnya sejenis minyak yang dicampur dengan alkohol dan damar akan disapu pada lukisan tersebut bagian yang penting terlihat lebih terserlah. [Mei-Ing]
Selanjutnya ->

Minggu, 30 Januari 2011

LUKISAN TAHUN BARU CHINA

Seperti yang diketahui umum, Tahun Baru China merupakan perayaan tradisional yang disambut paling meriah oleh orang China. Menjelang tahun baru, pintu rumah setiap keluarga orang China akan dihiasi dengan skrol tulisan kaligrafi berpuisi yang berwarna merah. Puisi yang ditulis atas skrol itu semuanya puisi untuk mendoakan kesejahteraan dan kebahagiaan ahli keluarga.

Warna yang merah itu sendiri jelas memeriahkan lagi suasana merayakan tahun baru. Selain skrol tahun baru, lukisan tahun baru dan seni guntingan kertas turut menjadi hiasan yang popular digunakan oleh orang China untuk menghiaskan rumah sempena Tahun Baru.

Lukisan tahun baru juga dikenali sebagai cetakan blok kayu untuk sambutan tahun baru di China. Pada zaman purba, lukisan itu dilekat pada pintu rumah orang sebagai hiasan sambutan tahun baru. Seperti skrol tulisan kaligrafi yang saya sebut tadi, lukisan tahun baru juga mempunyai sejarah lama di China.

Pada zaman purba, seniman China melukis gambar dewa yang menjaga keselamatan keluarga dalam cerita dongeng di atas kertas dan melekatkannya pada pintu atau dinding rumah untuk menghalau hantu.

Zaman berubah, ekoran penciptaan teknik percetakan blok kayu pada Dinasti Tang, jumlah penghasilan cetakan lukisan itu banyak meningkat dan tema seni itu pun terbagi-bagi.

Bermula di zaman Dinasti Song, tema cetakan lukisan tahun baru dikembangkan daripada memuja alam dan dewa kepada mendoakan keharmonian dan kebahagiaan, dan selanjutnya isi cerita opera tradisional dan adat istiadat, dan menyatakan perasaan dan cita-cita kaum tani.

Cetakan blok kayu tahun baru juga mempunyai satu keistimewaan, biasanya maksud karya tersebut harus difahami dengan bahasa, yaitu homofoni dalam bahasa Mandarin. Misalnya melukiskan kelawar, kerana kelawar dalam bahasa Mandarin ejaannya "Bian Fu", dan "Fu" itu ejaannya sama dengan ejaan "bahagia" dalam bahasa Mandarin, maka karya itu mempunyai arti bahagia.

Dari segi ekspresi, cetakan lukisan tahun baru mewarisi cara melukis rakyat China dan menggabungkan cara tradisional atau menimba teknik melukis seniman atau corak Barat.

Dari penghujung Dinasti Ming sehingga Dinasti Qing, cetakan lukisan tahun baru menjadi semakin popular dan digemari oleh orang ramai. Warnanya terang dan temanya beragam-ragam.

Pada masa itu, di China terdapat beberapa pusat pengeluaran cetakan blok kayu lukisan tahun baru, antaranya yang paling terkenal ialah Yangliuqing di Tianjin, Taohuawu di Suzhou, Yangjiabu di Weifang, Shandong dan Mianzhu di Sichuan.

Hingga penghujung pemerintahan Dinasti Qing, seni lukis itu mengalami kemerosotan akibat kemasukan teknik cetak batu dari Barat.

Kini, lukisan tahun baru tidak lagi popular di China. Ia jarang mendapat tempat di kalangan peminat seni. Ia tinggal sebagai warisan budaya yang dapat mewakili seni rakyat China.

Disalin oleh: Mei-Ing
Selanjutnya ->

SENI GUNTING KERTAS

Guntingan kertas merupakan salah satu seni tradisional yang paling popular di China. Hingga sekarang, sudah tiada orang mengetahui sejarah asal usulnya. Ada orang berpendapat bahawa guntingan kertas pada mula-mulanya digunakan untuk upacara keagamaan dan pemujaan pada zaman purba. Orang zaman dahulu biasanya menggunting kertas untuk dijadikan bentuk haiwan dan manusia. Guntingan kertas itu kemudiannya akan dikebumikan bersama-sama mayat atau dibakar semasa upacara pengebumian sebagai pendamping orang mati.

Tetapi pada 1,000 tahun yang lalu, guntingan kertas lebih banyak digunakan dalam bidang penghiasan. Menurut catatan sejarah, wanita pada zaman Dinasti Tang yaitu pada abad ke-7 hingga ke-8 Masehi pernah menggunakan guntingan kertas sebagai hiasan kepala.

Orang pada zaman itu juga mempunyai kebiasaan membuat rama-rama daripada guntingan kertas untuk menyambut kedatangan musim bunga. Pada zaman Dinasti Song yaitu pada abad ke-12 Masehi, guntingan kertas telah digunakan sebagai hiasan buah tangan dan rumah. Tukang yang membuat guntingan kertas telah muncul pada masa itu.

Guntingan kertas dibuat dengan tangan. Bagi tukang guntingan kertas, mereka memerlukan gunting dan pisau ukir dalam berbagai ukuran untuk menghasilkan reka bentuk yang rumit. Kertasnya boleh sehelai saja, juga boleh beberapa helai. Semasa menggunting kertas, tukang harus memfokuskan perhatiannya, tidak boleh tersalah sedikit.

Terdapat berbagai jenis bentuk guntingan kertas, ada yang berbentuk hewan, watak dalam cerita rakyat, citra dalam karya sastera klasik, topeng muka Opera Peking dan lain-lain. Guntingan kertas buatan berbagai tempat di China adalah berbeda antara satu sama lain.

Disalin oleh: Mei-Ing
Selanjutnya ->

Selasa, 25 Januari 2011

ASAL USUL WAYANG KULIT

Menurut cerita yang dicatat dalam buku sejarah China, kira-kira 2,000 tahun yang lalu, Puan Li, gundik yang paling dicintai oleh Kaisar Wu Dinasti Han meninggal dunia kerena penyakit.

Kaisar Wu merasa sangat sedih hingga tidak mau menguruskan pemerintahan. Seorang pegawai kanan, Li Shaoweng merasa bimbang terhadap keadaan tersebut.
Pada suatu hari, ketika berjalan, beliau melihat bebeapa kanak-kanak sedang memainkan boneka, bayangan boneka di bumi nampaknya seperti orang yang benar.

Li Shaowen segera mengarah tukang melukis gambar Puan Li, dan membuat patung yang diperbuat dari pada kain menurut gambar itu, mengikat batang kayu pada kaki dan tangan patung itu.

Selepas itu, beliau mempersilakan baginda duduk di belakang tirai sutera. Setelah lilin dinyalakan, bayangan Puan Li mulai bergerak pada tirai tersebut, seperti orang yang benar.

Ini sangat menggembirakan Kaisar Wu. Kejadian ini dianggap merupakan catatan terawal tentang wayang kulit di China.

By: Mei-ing
Selanjutnya ->

Selasa, 18 Januari 2011

BONEKA DRAMA

Seni pertunjukan boneka Tiongkok telah memiliki sejarah yang lama di Tiongkok. Dalam penemuan arkeologi Shandong pada tahun 1978, boneka yang terbuat pada zaman Dinasti Han (202 SM-220 M) yang dapat bergerak telah tersedia.

Bertahap, muncul sejenis drama boneka untuk mempersembahkan cerita. Drama boneka juga muncul pada dinasti Han dan hingga Dinasti Tang (618-907 M), seniman boneka sudah pandai menggunakan boneka untuk mempersembahkan drama tari dan nyanyian. [Yinnihuaren.blogspot.com] Ing
Selanjutnya ->

Rabu, 12 Januari 2011

BATU TINTA

Batu tinta bersama-sama kertas, tinta dan sikat Cina disebut empat alat kaligrafi yang paling berharga dalam kamar membaca Tiongkok. Selain itu, karena batu tinta mudah disimpan lama, ia selalu digemari oleh sarjana Tiongkok sebagai sejenis koleksi.

Batu tinta yang sangat berharga biasanya diukir dengan lukisan yang cantik sebagai hiasan, memang merupakan sejenis kerajinan tangan yang berharga.[Yinnihuaren.blogspot.com]
Selanjutnya ->
Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA