BUDAYA | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Sabtu, 05 Maret 2011

SHANG XING XIA XIAO

Pada zaman Chunqiu, yaitu antara tahun 770 hingga tahun 476 Sebelum Masehi, ada seorang raja di negara Qi yang bernama Qijinggong. Beliau selalu dukacita, karena setelah Perdana menterinya, Yan Ying meninggal, tidak ada seorang pun yang berani menunjukkan kesalahan atau kesalahan yang dilakukan oleh beliau.

Pada suatu hari, raja Qijinggong telah mengadakan jamuan besar-besaran di istana untuk merayakan pegawai-pegawainya. Setelah jamuan itu, petugas tersebut pun mengiringi beliau ke lapangan untuk memanah. Setiap kali beliau memanah, para pegawainya akan memberikan pujian, tidak kira panahan beliau kena pada sasarannya atau tidak. Mreka berkata:

"Keterampilan memanah tuanku hebat sekali. Sangat tak tertandingi."

Raja Qijinggong merasa sangat benci dengan pujian yang penuh dengan kepura-puraan itu. Suatu hari kemudian, beliau memberitahukan perasaannya itu kepada Xuan Zhang, seorang pejabat senior yang sangat dihormati oleh beliau. Xuan Zhang mengatakan:

"Ini bukanlah kesalahan pejabat itu semata-mata, tuanku. Hamba pernah mendengar orang dahulu berkata, perbuatan yang dilakukan oleh golongan atasan akan dicontoh oleh golongan bawahan. Maka, apapun makanan yang disukai raja, makanan itu akan disukai oleh rakyatnya. Apa jua pakaian yang digemari raja, pakaian yang serupa juga akan digemari oleh rakyatnya. Demikianlah juga, jika raja itu gemar dipuji, pastilah rakyatnya akan selalu mengeluarkan kata-kata manis untuk menyenangkan hatinya. "

Raja Qijinggong merasa bahwa kata-kata Xuan Zhang itu sangat masuk akal. Maka, beliau ingin memberikan karunia yang besar kepada Xuan Zhang. Namun, Xuan Zhang menolak karunia dari raja itu, sambil berkata dengan serius:

"Sebenarnya, pejabat yang suka memuji-muji tuanku itu, hanyalah untuk mengharapkan karunia dari tuanku. Jika hamba menerima karunia ini, bukankah hamba juga menjadi orang yang bersifat keji dan bermuka-muka seperti mereka itu?"

Catatan Keterangan:

Peribahasa "Shang Xing Xia Xiao" ini membawa arti, perbuatan (biasanya yang buruk) yang dilakukan oleh golongan atasan atau generasi terdahulu akan dicontoh oleh golongan bawahan atau generasi kemudian. Peribahasa ini ada sedikit persamaan maknanya dengan peribahasa "Bapa burik anak rintik" atau dengan ungkapan umum "kemimpinan dalam teladan".

Disalin oleh: Chen Mei Ing

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA