BUDAYA | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Selasa, 01 Maret 2011

ASAL USUL LIPSTIK

Pada zaman Tiongkok kuno, terutama di Dinasti Tang, ada tujuh langkah
 dalam membuat  kosmetik untuk wanita cantik : alas bedak, menerapkan warna ke
wajah, mewarnai alis mata, menerapkan "warna emas pada dahi", melukis lesung, menghiasi pipi dan memulas pewarna bibir, yang menjadi cikal bakal lipstik modern saat ini.

Jika mata adalah jendela jiwa, bibir adalah cermin dari karakter dan temperamen seseorang. Merias  bibir mengalami sejarah panjang dan memiliki berbagai pola pada periode  yang berbeda.

Hal ini diyakini bahwa merias bibir pada awalnya dilakukan pada ritual keagamaan. Seiring waktu berlalu, orang menyadari bahwa itu bisamenghidupkan semangat seseorang dan kadang-kadang bahkan bisa mengungkapkan status sosial seseorang. Sebagai akibatnya, bahan-bahan  yang berbeda untuk produk kecantikan bibir terus menerus dikembangkan dan digunakan untuk membuat bibir merah dan cerah, membentuk seni makeup.

Produk kecantikan bibir di Tiongkok kuno yang biasanya disebut lip balm, sebagaimana dicatat oleh  kamus Tiongkok berjudul Shiming yang ditulis oleh Liu Xi pada Dinasti Han Timur (AD25-AD220).

Lipstik pada mulanya  tidak seperti lipstik yang kita lihat sekarang ini, namun berbentuk pasta
yang diletakkan  dalam wadah tertentu. Setelah Dinasti Sui(589 AD - 618 AD) dan Tang, beberapa poles bibir  diolah menjadi zat padat, dicetak dalam bentuk tertentu. Karena mudah dibawa kemana-mana , jenis baru ini segera mendapatkan popularitas. Produksi dari poles bibir tidak mengalami inovasi besar hanya zaman modern sekarang mulai diadakan inovasi.

Lipstik  di Tiongkok kuno juga mengandung  aroma wangi yang fantastis. Di dinasti Utara (AD 386-AD 581) bahan baku dari poles bibir antara lain  Ageratum dan cengkeh. Pada  Dinasti Tang, rasa buatan ditambahkan ke poles bibir. (Oleh: Mei-Ing)

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA