BUDAYA | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Sabtu, 14 Juli 2012

BERBAKTI PADA ORANG TUA ADALAH AKAR DARI SEGALA KEBAJIKAN

Seperti kata perenungan Master Cheng Yen  孝是為善之本 yang artinya Berbakti pada orang tua adalah akar dari segala kebajikan.
 
Setiap orang harus mengerti kalau kepatutan dan moral manusia bersumber dari batin, setiap orang harus menjaga moral mendasar, yaitu berterima kasih pada kedua orangtua dengan hati bersyukur, darimana datangnya tubuh kita ini? 

Kita harus mengingat pada budi luhur orangtua. Maka orang dulu mengatakan, berbakti pada orangtua adalah urutan pertama dari segala kebajikan, ini menjelaskan pentingnya berbakti pada orangtua, terutama di kala kedua orangtua masih hidup, kita harus baik-baik berbakti pada orangtua."  

Ketika Murid Konghucu bertanya pada Konghucu tentang bakti pada orang tua. Konghucu menjawab, "air muka sulit dikendalikan" karena sulit sekali untuk menyelaraskan air muka terhadap orangtua. Orang sekarang bukan saja tidak memperlihatkan air muka yang baik kepada orangtua, sikap juga kurang hormat pada orangtua, orangtua berdiri dan berkata dengan serius pada anak, anak malah duduk menyilangkan kaki. 

Sekarang jarang mendengar ada anak yang berkata, saya tidak berani mengatakannya, takut orangtuaku nanti marah! Jarang sekali ada anak yang bisa mempertimbangkan perasaan orangtua, moral mendasar berupa kepatutan moral itu sekarang sudah tidak ada lagi. 
 
Budi orang tua laksana dalamnya lautan, Manusia tidak boleh melupakan budi orang tua. Melahirkan dan memelihara anak adalah hal yang berulang-ulang,
Berkesinambungan sejak dahulu kala.
 
Sebagai anak manusia, orang harus berbakti, Yang tidak berbakti, dosanya sama dengan melawan Tuhan.
 
Dalam keluarga miskin sering terdapat anak yang berbakti,
Burung dan hewan pun mengenal budi pemberian makan dan
Kemesraan ayah dan anak seperti darah dan daging, Jika tidak menghormati orang tua lalu menghormati siapa?
 
Bila tidak berusaha membalas budi pemeliharaan dan pendidikan orang tua, Maka semua harapan orang tua agar si anak menjadi orang besar akan sia-sia belaka. [Erni Tjong / Singkawang]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA