BUDAYA | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Senin, 14 Maret 2011

TIANQI, KAISAR KE LIMA BELAS DINASTI MING

Kaisar Tianqi (Hanzi: 天啟, lahir 23 Desember 1605 – meninggal 30 September 1627 pada umur 21 tahun) adalah kaisar ke-15 dari Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1620 sampai 1627. Terlahir dengan nama Zhu Youxiao (朱由校), adalah anak sulung dari Kaisar Taichang. Dia menjadi kaisar ketika usianya 15 tahun setelah ayahnya mangkat tahun 1620.

Tianqi adalah kaisar yang malas dan banyak mengabaikan tugasnya sebagai kepala negara. Dia adalah seorang yang buta huruf dan tidak suka belajar. Karena tidak bisa membaca laporan dan dokumen kenegaraan, ditambah lagi ketidaktertarikannya pada masalah negara, kekuasaannya disalahgunakan oleh kasim kepalanya, Wei Zhongxian dan Selir Ke, ibu susu yang membesarkannya. Ke sendiri adalah seorang wanita yang tidak benar. Setelah suaminya meninggal dia hidup bersama seorang kasim bernama Wei Chao, tak lama kemudian dia meninggalkannya dan beralih ke kasim lain yang tidak lain adalah Wei Zhongxian. Memanfaatkan akses yang luas untuk berhubungan dengan kaisar, dia menggoda kaisar muda itu sehingga dianugerahi gelar Nyonya Fengsheng.

Hobi Tianqi adalah perkayuan, maka dia banyak menghabiskan waktunya dengan membuat sketsa dan menggergaji. Dalam hal yang satu ini dia memang sangat ahli, bahkan pernah dia membuat miniatur salah satu ruangan dari Kota Terlarang dengan baik. Akibat dari kegemarannya inilah, banyak tugas negara terabaikan sehingga memberi kesempatan pada para pejabat korup memancing di air keruh. Wei Zhongxian bersama Selir Ke berkolaborasi mengendalikan pemerintahan atas namanya dan menyingkirkan siapapun yang menentang mereka. Wei menempatkan kaki tangannya pada jabatan-jabatan penting, kemanapun dia pergi selalu diiringi oleh ratusan pengawal. Sementara Selir Ke sibuk mempertahankan kekuasaannya dengan menyingkirkan saingan-saingannya di istana belakang. Para selir kaisar diperlakukan buruk dan dibiarkan mati kelaparan.

Sebuah kelompok pemikir aliran Konfusius, Donglin pernah menyatakan rasa kecewanya terhadap kebobrokan kondisi kerajaan saat itu. Sebagai respon, pihak istana diam-diam menghabisi para pejabat yang berasosiasi dengan Donglin. Kondisi sosial dan ekonomi yang memburuk menyebabkan sering terjadinya pemberontakan petani yang membayangi kehancuran Dinasti Ming.

Suatu hari tahun 1627, dia tercebur ke sungai ketika sedang mendayung perahu dan menderita demam. Kesehatannya terus memburuk setelah memakan obat yang dipercaya sebagai ‘obat ajaib’. Sadar ajalnya sudah dekat, dia memanggil adiknya, Zhu Youjian dan mengangkatnya sebagai penerus tahta. Umurnya baru 23 tahun ketika dia meninggal bulan September tahun itu.

Diterjemahkan oleh: Chen Mei Ing

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA